Pada usia 18 saat baru masuk kuliah, Shawn Nelson tengah menonton TV di sofa ketika ia memutuskan akan lebih nyaman bila duduk di beanbag (sofa bulat) besar.
Iseng-iseng , Shawn membeli 14 yard kain vinyl, dipotong-potonng menjadi bentuk bola bisbol, dan menghabiskan waktu tiga minggu mengisinya dengan apa pun lembut , yg ia bisa temukan di sekitar rumahnya .
Selesailah LoveSac sofa bola selebar 2,2 meter lebih. Dan semua orang yang melihatnya ,tertarik mencoba dan mereka sangat menyukainya.
Mengalirlah pesanan dari para tetangga dan rekan-rekan mahasiswa untuk sofa Lovesac , Shawn Nelson pun memutuskan untuk memulai perusahan ‘Lovesac” yg dimulai dari hobbi.
Dengan bantuan gratis dari teman-temannya, ia membuat LoveSacs di ruang bawah tanah orang tuanya dan menjualnya di pameran perdagangan dan lewat mulut ke mulut.
Tiba-tiba Shawn Nelson mendapat pesanan sebanyak 12.000 buah Sofa BeanBag Lovesack dari perusahaan Tool Inc .
Dia dan teman-temannya pun melompat-lompat kegirangan. Shawn pun menerima pesanan sebanyak itu , biarpun tanpa pengalaman memproduksi dalam jumlah partai besar.
Shawn pun mengontak kenalan nya di China untuk memesan bahan-bahan membuat sofa Lovesac. Dia bekerja 19 jam per hari untuk memenuhi pesanan Tool Inc. Akhirnya Shawn dapat memenuhi semua pesanan itu.
Namun karena mengeluarkan banyak modal untuk Investasi membangun pabrik , Shawn bangkrut dan sekarang malah berutang $ 55.000 dollar
Keuntungan dari pesanan Tool Inc, tidak mampu menutupinya.Ha ini terjadi pada tahun 2006 awal2 Lovesac berdiri.
Sekarang mereka punya pabrik, tapi tidak ada pesanan besar lagi. Saat terpuruk itulah tiba-tiba muncul Ide cemerlang
“Bagaimana kalau mereka membuka toko di mall? Ternyata ide ini Sukses Besar, sofa Lovesac laku keras dan sekarang Lovesac punya lebih dari 55 toko waralaba dengan nilai penjualan lebih dari $ 40 juta dollar per tahun.
Foto : Shawn Nelson Lovesac.
Shawn berhasil menjadi raja furnitur dengan membangun merek LoveSac di Amerika dan di China, Nelson sering memberikan ceramah di kampus tentang entrepreneurship - dari membuka toko, sampai cara manufaktur di luar negeri.
Pelajaran yg bisa diambil dari Kisah Lovesac:
Tidak ada yang benar-benar percaya LoveSac akan Sukses-bahkan Nelson sendiri juga tidak .
Dia mengatakan berkomitmen untuk memecahkan masalah sangatlah penting untuk nya - dan untuk setiap entrepreneur-sukses. “Putuskan bahwa selalu ada jalan/cara ,dan Anda akan menemukan bahwa Jalan itu ada.”kata Shawn
Www.Lovesac.com
Sukses dan Bahagia selalu. Tolong di Share, Terima kasih đŸ˜€











